Stevia terbuat dari daun tanaman Stevia rebaudiana, semak dari keluarga bunga matahari (Asteraceae) yang berasal dari Amerika Selatan, khususnya Paraguay dan Brazil. Rasa manisnya berasal dari senyawa glikosida diterpen, terutama stevioside dan rebaudioside A, yang diekstrak dari daunnya.
Asal-Usul Tanaman Stevia
Masyarakat di Paraguay dan Brazil sudah memakai daun stevia untuk memaniskan makanan sejak lama, jauh sebelum stevia dikenal luas sebagai pemanis komersial. Tanaman ini tumbuh sebagai semak kecil dengan daun yang secara alami terasa manis saat dikunyah.
Senyawa yang Membuat Stevia Manis
Menurut artikel Universitas Airlangga soal stevia sebagai pemanis alami, daun stevia mengandung campuran diterpen, triterpen, tanin, dan delapan senyawa manis diterpen glikosida, termasuk steviosida, steviolbiosida, rebaudiosida A hingga E, dan dulkosida A. Senyawa-senyawa inilah yang memberi rasa manis tanpa kalori pada stevia.
Tingkat kemanisan stevia sekitar 200-300 kali lebih manis dibanding gula tebu biasa. Karena itu, stevia yang dipakai dalam jumlah sangat kecil sudah cukup memberi rasa manis setara gula dalam jumlah jauh lebih banyak.
Proses dari Daun Menjadi Pemanis
Daun stevia segar diekstrak untuk mengambil senyawa manisnya, kemudian dimurnikan menjadi bentuk yang bisa dikonsumsi seperti bubuk, tablet, atau cairan tetes. Proses pemurnian ini penting karena ekstrak stevia yang tidak murni cenderung punya aftertaste pahit yang lebih terasa dibanding ekstrak dengan kemurnian tinggi.
Kenapa Disebut Bebas Kalori
Karena stevia manis berkat senyawa glikosida, bukan gula (sukrosa), tubuh tidak memprosesnya sebagai sumber energi seperti gula biasa. Ini yang membuat stevia disebut sebagai pemanis nol kalori, berbeda dari gula pasir yang mengandung sekitar 4 kalori per gram.
Tabel Ringkasan Fakta Stevia
| Aspek | Penjelasan |
|---|---|
| Asal tanaman | Stevia rebaudiana, Amerika Selatan (Paraguay, Brazil) |
| Senyawa manis utama | Steviosida dan rebaudiosida A |
| Tingkat kemanisan | 200-300 kali gula tebu |
| Kalori | Nol kalori (glikosida, bukan gula/sukrosa) |
| Bentuk komersial | Bubuk, tablet, cairan tetes |
Kekurangan yang Perlu Diketahui
Stevia yang belum dimurnikan dengan baik bisa punya aftertaste pahit yang cukup terasa bagi sebagian orang. Selain itu, tidak semua produk berlabel "stevia" murni 100 persen dari ekstrak daun, karena sebagian dicampur dengan bahan pengisi atau pemanis lain untuk menyeimbangkan rasa dan biaya produksi.
Rekomendasi
Kalau Anda baru mengenal stevia, coba dulu dalam bentuk cair (tetes) karena lebih mudah disesuaikan takarannya secara bertahap. Detail cara memilih dan memakainya ada di stevia tetes: cara memilih dan menggunakannya.
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Apakah stevia sama dengan gula?
Tidak. Stevia adalah glikosida dari daun tanaman, sementara gula pasir adalah sukrosa. Keduanya sama-sama manis, tapi struktur kimia dan cara tubuh memprosesnya berbeda.
Apakah semua produk stevia terbuat dari daun asli?
Sebagian besar diekstrak dari daun stevia asli, tapi kemurnian dan proses pemurnian bisa berbeda antar merek, memengaruhi rasa akhirnya.
Kenapa stevia terasa pahit di sebagian produk?
Aftertaste pahit biasanya muncul dari ekstrak yang belum melalui pemurnian tinggi. Produk dengan kemurnian glikosida steviol tinggi cenderung punya rasa yang lebih bersih.
Apakah stevia aman dikonsumsi rutin?
Secara umum aman dalam takaran wajar. Pembahasan lebih detail soal keamanannya ada di apakah pemanis stevia aman.
Apakah stevia bisa ditanam di Indonesia?
Stevia bisa tumbuh di iklim tropis termasuk Indonesia, meski produksi komersial skala besar masih lebih banyak dari negara penghasil utama seperti Paraguay dan China.
Kesimpulan
Stevia berasal dari daun tanaman Stevia rebaudiana yang secara alami mengandung senyawa manis tanpa kalori. Kemurnian ekstraksi menentukan kualitas rasa akhirnya, jadi penting memilih produk dengan proses pemurnian yang baik.
Untuk mengenal pilihan pemanis cair rendah kalori lainnya, koleksi produk Verdict tersedia dari ukuran tester sampai stok keluarga.




